Selasa, 11 April 2017

Genre Buku yang Belum Pernah Dicoba

Aloha! Masih dalam rangkaian Marathon Post HUT BBI keenam. Marathon post ini sudah dimulai sejak kemarin (10 April) dan insha Allah akan berlangsung hingga 15 April nanti. Kemarin aku alias Bukulova sempat ikutan mengepos untuk tema yang berkaitan dengan author/penulis. Kali ini ada tema lain yang akan dipenuhi yaitu berkaitan dengan genre buku yang sama sekali belum pernah dibaca dan membuat penasaran. 

gambar diambil dari sini

Menurutku postingan ini terasa gampang-gampang susah. Memang sejauh ini aku banyak membaca buku bergenre fantasy, namun aku tidak masalah membaca buku bergenre apapun. Bisa dikatakan aku menyukai buku tidak berdasarkan genre-nya melainkan ide cerita di dalamnya. Aku sepertinya sudah mencoba menikmati beragam genre. Ditambah terkadang satu buku bisa memuat lebih dari satu genre. Maka jadilah aku kesulitan menentukan apa saja genre yang ada di dunia literatur dan apa saja genre yang belum kunikmati.

Anyway, ketika tema ini dilemparkan, ada satu genre yang terlintas di kepalaku yang belum pernah kunikmati yaitu Historical Fiction Indonesia. Aku sangat senang karena menemukannya dengan mudah. Aku mencari-cari referensi historical fiction Indonesia yang menarik. Dan memang aku ingin sekali membaca Rahasia Meede:Misteri Harta Karun VOC karya E. S. Ito. Akan tetapi kemudian aku tersadar, #halah.

Aku jadi bingung sendiri. Memang sejak Bukulova lahir (2014) hingga sekarang aku belum pernah membaca hisfic Indonesia dan me-review-nya. Namun aku pernah membaca buku bergenre historical fiction. Dan dari beberapa referensi Hisfic Indonesia, aku pernah membaca Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana atau Larung karya Ayu Utami sewaktu sekolah dulu. Hemm…mungkin sebaiknya kucari lagi genre yang benar-benar belum pernah kubaca.

Alhasil aku pun meluncur ke Wikipedia. Ada tautan yang menjelaskan mengenai beragam genre di dunia literatur dan pembagian sub-genre-nya. Aku membaca sekilas mencermati setiap poin besar ragam genre tersebut. Aha! Ini dia. Aku belum pernah membaca buku yang bergenre surreal. Lalu aku pun jadi tercenung. Surreal itu seperti apa, ya, tepatnya? Aku pun kembali menjelajah dunia maya.

Setelah kupelajari secara singkat dan entah benar atau keliru, sepertinya surreal itu genre dimana kisahnya mengandung sesuatu yang absurd, diluar normal. Contohnya, seperti kisah tentang pohon menjelma menjadi manusia atau bersifat manusia. Tentang waktu yang bisa meleleh. Sesuatu yang berkaitan dengan alam bawah sadar kita. Haha, haduh, sepertinya penjelasanku rada kacau. Memang cuma sedikit yang kupahami tentang surreal. Mungkin ini karena aku belum pernah membaca buku yang bertemakan itu, kataku dalam hati.

Lalu, sesuatu muncul dipikiranku: Hei, kan, pernah baca kumpulan cerpen Reruntuhan Musim Dingin karya Sungging Raga. Di dalamnya banyak analogi atau pun tokoh-tokoh yang absurd namun dibuat nyata dan dianggap normal. Seperti sungai yang menjelma menjadi gadis, laba-laba yang jatuh cinta kepada manusia ataupun rembulan yang menangis. Apakah kumcer sastra tersebut mengandung surrealism? Boleh jadi, kan? Hehe.

Setelah kupikir-pikir kembali, aku memutuskan untuk kembali melakukan pencarian mengenai beragam genre. Dan akhirnya aku mentok ke Goodreads. Aku buka menu tentang Goodreads Choice Award 2016 yang terbagi berdasarkan genre/kategori tertentu. Dari situ aku mendapat pencerahan (horeee). Dari beragam kategori award-nya, aku menemukan satu kategori yang sepertinya belum pernah kubaca. Kategori/genre apakah itu? Tadaa…humor (lebih lanjut kusebut sebagai comedy).

Kuperhatikan buku-buku apa saja yang termasuk di dalam ranah comedy. Aku pun browsing juga mencari buku berbau comedy yang pernah di-review oleh teman-teman blogger. Aku mencoba menyanggah apakah aku memang belum pernah membaca buku bergenre comedy? Dan jawabannya, sejauh yang bisa kuingat hari ini: belum pernah.

Lalu, aku pun teringat tentang satu buku yang blurb-nya begitu menarik dan membuatku ingin punya buku tersebut. Blurb-nya lucu, nyeleneh, dan bukan comedy yang cheesy. Judul bukunya Bajak Laut dan Purnama Terakhir karangan Adhitya Mulya. Nah, bisa dikatakan buku tersebut bergenre comedy dan akhirnya muncullah referensi buku comedy lainnya yang kuinginkan.

Apakah aku belum pernah membaca buku bergenre comedy? Belum pernah.
Apakah aku ingin membaca buku bergenre comedy? Ya, aku mau. :D
Namun aku agak pemilih karena tidak mau terjebak dengan comedy yang tidak pada tempatnya atau komedi yang terlalu dipaksakan agar lucu. Oleh karena itu, berdasarkan pengamatan singkat, aku membuat daftar buku bergenre comedy yang ingin kubaca, antara lain sebagai berikut:

#1 Bajak Laut dan Purnama Terakhir by Adhitya Mulya
Aku masih ingat perjumpaanku dengan buku ini di Gramedia. Aku sempat tersenyum sendiri saat itu membaca blurb-nya. Ingin sekali membawanya pulang, namun niatan itu masih belum bisa kurealisasikan, #halah. Namun buku ini sudah masuk dalam inceranku.

#2 Good Omens by Neil Gaiman & Terry Pratchett
Ketika mencari referensi buku bergenre comedy di Goodreads, buku Good Omen karangan Neil Gaiman dan Terry Pratchett ini muncul. Setelah kutelusuri lebih jauh lagi, buku ini bisa dikatakan bergenre satirical comedy atau black comedy. Namun, ada banyak komentar positif tentang buku ini. Kabar baiknya, aku sudah punya buku ini dan masuk ke dalam TBR pile-ku. Mengapa selama ini aku abai membacanya? Haha, karena tertimbun buku lainnya dan aku akhir-akhir ini lebih banyak membaca buku dengan tebal sekitar 300an halaman. Buku ini berjumlah 520 halaman.

Ya, mungkin aku bisa memulai untuk menikmati buku-buku tersebut sebagai bentuk perkenalanku dengan genre comedy. Apalagi Good Omens sudah hampir setahun nongki cantik di TBR pile-ku itu menunggu dibaca.

Baiklah, itu ceritaku tentang genre yang belum pernah kubaca dan membuatku ingin membacanya. Maapkeun jika postingan ini agak nyeleneh dan semi curhat. Aku tidak tahan untuk tidak membaginya dengan pembaca semua, hehe. Dan maapkeun jika ada kesalahpahaman genre karena aku juga masih belajar memahami beragam jenis genre yang ada dalam dunia literature. Kalau pembaca sendiri gimana? Apa genre yang membuatmu tertarik untuk mencobanya?

3 komentar: