Senin, 13 Maret 2017

Le Petit Prince by Saint-Exupery – Perenungan sederhana tentang kehidupan

Apabila suatu keajaiban terlalu memukau, kita tidak berani membantah.


Judul asli: Le Petit Prince
Judul terjemahan: Pangeran Cilik
Pengarang: Antoine De Saint-Exupery
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan ketujuh, Desember 2016
Tebal buku: 120 halaman
Format: Paperback
Genre: Classic Literature
ISBN: 978-602-03-2341-1

Ini berawal dari keisengan tahun lalu. Untuk membuat blog bukuku semakin menarik, kuputuskan untuk membuat post bulanan yang berisi daftar buku-buku yang kuharapkan (wishlist book). Saat itu, January 2016, aku menginginkan buku The Little Princess karangan Frances Hodgson Burnett. Dan dengan iseng, aku memasukkan juga judul Le Petit Prince dimana alasannya agar jadi pasangan buku The Little Princess-nya. (klik di sini)

Beberapa waktu setelahnya, aku semakin sering menjumpai review tentang Le Petit Prince-buku yang telah dicetak ulang berulang kali dan diterjemahkan hampir di seluruh dunia ini. Pikiranku semakin terbuka bahwa pasti ada sesuatu yang special pada Le Petit Prince. Banyak review yang kubaca bernada positif dan buku ini mampu menggugah jiwa mereka. Dan seperti si Penerbang yang tiba-tiba di tengah gurun tandus didatangi oleh si Pangeran Cilik, buku dengan cover putih dan ilustrasi menarik ini muncul dalam jangkauan mataku saat menyusuri tumpukan buku di Gramedia waktu itu. Menampakkan dirinya tanpa aku harapkan untuk bertemu di hari itu.

Ekspektasiku akan Le Petit Prince lumayan besar. Aku menyiapkan diri untuk larut di dalamnya sambil membuktikan perkataan positif di review tentangnya #halah. Wangi kertasnya menyeruak setelah segelnya kubuka (and I love it, a lot!). Satu hal yang membuat terkejut adalah buku setebal 120 halaman ini dilengkapi dengan ilustrasi berwarna yang digoreskan langsung oleh pengarangnya. Hal ini semakin membuat buku ini menarik dimataku. Aww…

Aku mulai membacanya di sebuah warung bakso sambil menunggu Ez dan pesananku datang. Seingatku, bagian pertama yang kubaca adalah halaman persembahan. Dan aku menjadi semakin yakin jika buku ini menakjubkan. Kata-kata di dalam halaman tersebut bukan sebuah nama atupun quote melainkan sebuah paragraf yang membius. Pembukaan yang epic!

Le Petit Prince sendiri bercerita tentang seorang Pangeran Cilik yang berasal dari asteroid/planet kecil. Dia berkeliling ke planet lainnya untuk mencari kesibukan dan pengalaman. Planet ketujuh yang dikunjunginya adalah Planet Bumi. Disana dia bertemu dengan manusia atau si Penerbang (aku/tanpa nama). Pesawat orang tersebut rusak dan membuatnya terdampar di gurun tersebut. Pengeran Cilik menemaninya selama memperbaiki pesawat dan mereka saling bertukar cerita. Pangeran Cilik suka bertanya namun tidak suka menjawab pertanyaan. Si Penerbang mencoba merangkai apa yang Pangeran Cilik katakan dan ceritakan–yang tentunya bercerita hanya atas kemauannya sendiri.

Keseluruhan cerita berdasarkan sudut pandang si penerbang tersebut. Perjumpaan mereka yang aneh sangat berkesan. Yang bisa kita ketahui adalah pangeran ini telah mengunjungi 6 planet sebelum Bumi dan setiap planet yang dikunjunginya berbeda-beda serta aneh plus hanya dihuni oleh seorang saja. Sama halnya dengan planet si Pangeran Cilik yang begitu kecil dan penghuninya hanya dirinya sendiri plus setangkai bunga yang dijaganya dengan sebaik mungkin serta yang dirindukannya ketika dia berada dalam perjalanannya.

“Sekali peristiwa, ada Pangeran Cilik yang berdiam di sebuah planet yang hampir tidak lebih besar dari dirinya sendiri dan yang memerlukan kawan…” (hal. 22)

Tapi bunga yang satu itu tumbuh pada suatu hari dari benih yang datang entah dari mana, dan Pangeran Cilik dengan hati-hati mengawasi tangkai itu, yang berbeda dari tangkai lain. (hal.36)

Planet kelima sangat aneh. Itu yang terkecil di antara semua planet. Tempatnya pas untuk sebuah lentera jalan dan seorang penyulut lentera. (hal. 59)

Buku ini membuatku penasaran dan mencoba menganalisis. Ada banyak kiasan di dalamnya dan aku merasa ada arti yang lebih dalam dari sekedar cerita yang disampaikan buku ini. Misalnya saja tentang planet-planet yang dikunjungi oleh sang Pangeran. Aku jadi berpikir bahwa besar planet tersebut adalah lambang dari besar atau kecilnya pemikiran seseorang. Contohnya planet kelima yang dihuni oleh seorang penyulut lentera. Planetnya begitu kecil. Dia begitu sibuk mematikan dan menghidupkan lentera hingga merasa lelah. Pangeran Cilik memberitahu solusi agar penyulut lentera yang disukainya itu tidak begitu kelelahan dengan aktivitasnya menyulut lentera, namun ide itu ditolak. Contoh lainnya, planet keenam yang dikunjungi Pangeran berukuran cukup luas dan dihuni oleh seorang ahli ilmu bumi. Dia memiliki ilmu yang luas meski hanya mencatat dari pengalaman penjelajah lain yang mampir ke planetnya. Dia mencatat tanpa pernah melakukan penjelajahan sendiri.

Setelah menikmati kisah di buku ini, pembaca lalu disuguhkan dengan biografi singkat penulisnya yaitu Antoine De Saint-Exupery. Dari biografi tersebut, aku otomatis berpikir jika si penerbang di buku ini adalah representasi dari sang penulis. Hal ini karena penulis tersebut juga aktif melakukan penerbangan semasa hidupnya. jadi kusimpulkan bahwa buku ini hasil imajinasinya saat terbang melintasi gurun, dsb.

Lalu beberapa waktu lalu, saat main ke aggregator BBI, aku membaca review tentang buku yang berjudul The Tale of the Rose di blog Bacaan B.Zee. Jreng…jreng…ada satu hal menarik terkuak. Ternyata si penulis itu merepresentasikan dirinya bukan dalam wujud si Penerbang melainkan si Pangeran Cilik tersebut. Lalu setangkai bunga yang hidup dan dijaganya di planet asalnya itu adalah representasi seseorang yang special. Sudah terbayang, sih, jika bunga adalah gambaran seorang wanita sewaktu aku membaca buku ini. Lalu wanita yang mana, ya? Yuk, ah, ikutan mampir langsung ke review yang kubilang itu, deh. Klik link di atas, fellas. :D

Dari situ satu analisis baru muncul lagi di kepalaku #halah. Bisa jadi dua karakter di dalam buku ini merupakan representative dari sang penulis dimana satu versi anak-anaknya dan satu versi dewasanya. Pergulatan itu ditampilkan dengan menarik dan penuh bumbu soal kehidupan. Namun terlepas dari itu semua memang sulit untuk tidak merasa kagum dengan Le Petit Prince.

Sungguh buku ini sangat memukau. Sebenarnya sulit untuk menuliskan reviewnya karena perasaan kagum tersebut. Buku ini benar-benar layak untuk dibaca. Tidak salah jika Le Petit Prince banyak diterjemahkan di dunia dan bahkan telah disadur dalam 230 bahasa asing. Ada banyak hal tentang kehidupan yang disentuh oleh buku ini dan bisa menjadi bahan perenungan. Ada banyak pula quotes manis yang kutemukan bahkan hampir di setiap halamannya. Aku pun memutuskan untuk tidak membuat daftar quotes-nya seperti biasa karena terlalu banyak. Silakan nikmati langsung, fellas. Ini buku pertama di 2017 yang kuberi rating the best (3/3). Syukurlah keisenganku memasukkan buku ini ke dalam wishlist berbuah manis. Bravo, Le Petit Prince!

Rating: The Best (3/3)

Submitted to:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar