Selasa, 19 April 2016

My April 2016 Book Wishlist

Okay, sudah bulan April. Sudah hampir seperempat tahun kita lewati. Waktu terus bergulir dan sesuai keputusan yang kubuat di awal tahun, per tiga bulan akan kubuat postingan mengenai judul-judul buku yang jadi inceranku. Sebelumnya aku sudah pernah membuat wishlist seperti ini di bulan January lalu. Jika saat itu aku membuat sepuluh judul, maka kali ini pun demikian. Ada sepuluh judul baru yang kumasukkan sebagai wishlist. OMG! Makin bertumpuk memang. Namun semoga segera kudengar kabar baik. Haha, sudahlah, yuk kita lihat apa saja judul-judulnya. :))
 

sumber

Aku mengetahui serialnya dulu di televisi barulah versi novelnya. Ada banyak komentar positif yang didapatkan oleh seri ini. Kisahnya sendiri bercerita tentang perebutan tahta yang melibatkan 7 klan. Haha, kesan dari hasil jelajah internet lalu, apalagi dari meme-nya yang berseliweran di 9Gag, kubisa tahu ada banyak sekali tokoh yang metong alias tewas di kisah ini. Haduh, George Martin tidak segan-segan, ya, mengeksekusi para tokohnya. Aku sudah menunggu terjemahannya. Dan awal tahun ini sempat lihat dua seri pertama dari buku ini di Gramedia. Okelah, fix menjadi wishlist-ku. :D


sumber

Yup, ini adalah parody dari novel lawas Pride andPrejudice. Grahame-Smith menghidupkan kembali novel ini dengan menambahkan zombie. Biasanya film zombie identik dengan nuansa modern atau malah futuristik. Namun di sini, ditampilkan pada zaman kolosal. Kebayang gimana serunya. Dan pastinya penasaran dengan penyebab merebaknya wabah zombie tersebut (jika memang karena wabah). Oh ya, filmnya juga sudah keluar di Cinema 21. Tapi akunya belum sempat nontonnya.


sumber

Woohoo..PotterHead! Tahun ini J.K. Rowling mengeluarkan buku ke-8 untuk seri Harry Potter-nya. Sebagai penyuka seri ini, mau banget, lah, ini buku. Aku sempat melihatnya di IG PeriPlus. Banyak yang sudah PO juga. Tapi kayaknya masih dalam edisi Bahasa Inggris-nya. Aku lebih memilih yang diterjemahkan. Oke, aku siap nunggunya. :D


sumber

Sewaktu kecil aku cukup sering bertanya banyak hal. Kebanyakan berkaitan dengan bahasa, sih. Misalnya, dari mana asalnya kita bisa menyebut benda itu “pintu”? Mengapa namanya “pin-tu”? mengapa kombinasi katanya seperti itu? Lalu siapa yang mengatakannya pertama kali, dsb. Seringnya pertanyaan-pertanyaan itu muncul di malam hari sebelum tidur. Nah, suatu kali aku membaca review tentang buku ini di blog Mbak blabla. Buku ini berisi tentang jawaban-jawaban yang dikarang untuk menjawab pertanyaan mengenai asal sesuatu. contohnya mengapa blabla. Aku merasa buku ini ringan namun menarik.


sumber

Ada tiga buku yang tergabung ke dalam seri ini yaitu Red Dragon; The Silence of the Lambs (TSotL); Hannibal; dan Hannibal Lecter. Untuk seri keduanya (TSotL), aku sudah punya dan sudah kubaca serta review (klik di sini). Sementara untuk yang berjudul Hannibal Lecter, sudah pernah kutonton filmnya. Entah kenapa ada keinginan untuk mengoleksi hingga lengkap seri ini. Desain cover-nya pun semakin menarik. Sebenarnya aku agak menjaga jarak dengan sesuatu yang berbau sadis. Namun sewaktu menonton filmnya, tidak terlalu kentara (karena kena sensor juga kali, ya). Nah, boleh, lah sepertinya mencoba membaca buku yang katanya sadis ini. Huwwaa… :D



Sebenarnya sempat malas mau membaca seri harlequin setelah membaca Eternally karangan Maureen Child. Kisah di dalamnya tidak greget dan fokusnya selalu ke adegan yang pasti disensor kalau tayang dalam bentuk visual.  Memang, sih, Harlequin books dikenal seperti itu, namun aku rasa ada juga yang punya kualitas cerita seperti yang aku mau. Haha, ego banget aku, ya. Nah, aku jadi terbius sehabis membaca review Mistress on Trial atau yang diterjemahkan sebagai Cinta tak Terduga di blog Mbak Nurina (klik di sini). Kayaknya Harlequin yang ini asik. Apalagi di judul review-nya ada kata “Bohemian”. Aku suka aja gitu. Covernya juga manis. Yehee…fix masuk wishlist.


sumber

Merantau ke Negeri orang yang bisa dibilang 180 derajat beda dengan negeri sendiri adalah sebuah tantangan. Mencoba berbaur dan bertahan hidup sembari mencari pengalaman adalah suatu hal yang mempunyai nilai tinggi. Aku pertama jatuh cinta dengan judulnya. Dan aku tertarik dengan petualangan yang memang dilakukan dengan sengaja oleh penulisnya ini. Benar-benar butuh keberanian dan juga tentunya persiapan. Aku ingin ikut merasakan petualangannya sekaligus mengambil pelajaran menarik dari dalam buku ini.


sumber

Kali pertama yang membuatku tertarik adalah judulnya. Rasanya tanganku gatel untuk menambahkan huruf L di kata Ove. Jadinya, fix, LOve, hehe. Namanya boleh jadi mencerminkan pria ini mempunyai cinta di dalam dirinya. Sepertinya karakternya unik dan kisah bukunya menarik. Aku pengen baca…


sumber

Aku tidak membatasi diri untuk menyukai genre tertentu dan meninggalkan genre lainnya. Namun jika kusimak lagi dari daftar buku yang telah kubaca dan kureview di blog ini, ternyata aku lebih banyak membaca buku bergenre fantasy. Entahlah. Mungkin percik keajaiban sekaligus keliaraan dari fantasy sang pengarang yang tertuang dalam karyanya membuatku lebih banyak membaca buku bergenre ini. Dan salah satu buku fantasy yang kembali mencuri hatiku adalah A Monster Calls. Jatuh hati pertama kali dengan covernya yang tampak kelam dan seram dengan sosok monster raksasa berjalan di kegelapan. Lalu semakin jatuh hati saat membaca reviewnya di blog ABookAddict. Jadi semakin pengen mengoleksi dan membaca buku ini. Ya, semoga. :D



Sekitar awal bulan lalu, seri terakhir dari Supernova karangan Dee Lestari ini keluar. Buku keenam tersebut berjudul Intelegensi Embun Pagi. Aku teringat beberapa tahun lalu, saat masih SMA, sempat membaca seri keduanya yaitu Akar. Memang belum sempat nonton filmnya yang Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Namun ada keinginan untuk mengoleksi dan membaca semua serinya. Aku penasaran meski waktu baca Akar dulu belum terlalu mudeng, haha. Ya, mudah-mudahanlah bisa terwujud. Aamiin.

Yap, itulah (lagi-lagi) sepuluh judul buku yang masuk ke dalam wishlist per tiga bulan ini. Aku pikir tidak akan banyak buku yang akan kujadikan inceran, namun buku itu seperti seorang penggoda dan aku sering tidak tahan dengan godaannya. Bagaimana dengan wishlist-mu?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar