Sabtu, 12 Maret 2016

A Tree Grows in Brooklyn by Betty Smith – Seperti biografi dan lebih dari sepotong nasihat

"Pohon ini hidup! Dan tak ada yang bisa menghancurkannya." - Francie

sumber
 
Judul asli: A Tree Grows in Brooklyn
Judul terjemahan: Sebatang Pohon Tumbuh di Brooklyn
Pengarang: Betty Smith
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Januari, 2011
Tebal buku: 664 halaman
Format: Paperback
Genre: Klasik; Young Adult
ISBN: 978-979-22-6492-0

Sudah dua tahun buku ini menumpuk di timbunan. Pernah kucoba baca, namun sayangnya mood-ku kacau dan beralih ke buku lainnya. Bukan, bukan karena ceritanya kurang menarik, ini buku yang manis, hanya saja memang saat itu aku belum siap menamatkannya karena pengaruh mood. Sedikit flashback, cover buku ini dan tebalnya yang menarik perhatianku saat pertama melihatnya di Gramedia waktu itu. Cover cokelatnya dan cap mawar di sudut kanan bawah buku, sudah cukup menguatkan kesan klasiknya. Buku ini ditulis oleh Betty Smith dan terbit pertama kali pada 1943. Ulala, sudah tua sekali cerita di dalamnya, melampui umurku saat ini.

Aroma klasik dan segala hal baik (seperti kesederhanaan, prinsip hidup, dan sopan santun) mengalir mulus dan terjalin dengan apik di buku ini. Ada banyak nasihat dari Nenek yang taat kepada agamanya. Ada pula bimbingan orang tua, terutama sang Ibu yang begitu kuat menjaga dan mendidik anak-anaknya dengan pemahaman yang baik akan kehidupan. Meski demikian, buku ini tidak menggurui. Buku ini hanya bercerita, memaparkan dan akhirnya mengajak berpikir bersama ke arah itu.

Jika bisa merangkum buku ini dalam dua kata maka itu adalah “biografi dan keluarga”. Membaca buku ini seperti membaca biografi/riwayat hidup  dari penulisnya. Ada ulasan menarik tentang penulisnya di bagian belakang buku, dan kisah hidup penulisnya di dalam ulasan tersebut sedikit mirip dengan novel fiksi klasik ini. Namun jika memang biografi, ini adalah biografi singkat. Peristiwa yang dibahas dibuku ini terjadi dalam rentang 6 tahun. Dimulai saat tokoh utamanya berusia 11 tahun hingga dia menapaki usia 17 tahun.

Biografi singkat namun cukup tebal ini diisi dengan berbagai prinsip dan keteladanan. Saat membacanya, aku merasa seperti ada seorang nenek yang bercerita tentang perjalanan hidupnya sewaktu muda dulu. Buku ini tidak memakai sudut pandang pertama melainkan sudut pandang ketiga tanpa mengabaikan peran tokoh utama yaitu Francie Nolan. Cerita bergulir dalam suka dan duka, namun tidak pernah terlalu berlebihan.

Seorang anak berumur 11 tahun lahir di Brooklyn dalam keluarga yang kurang mampu secara finansial. Meski begitu, keluarga tersebut mempunyai prinsip, dan mereka percaya bahwa pendidikan adalah satu hal yang bisa menyelamatkan dan memperbaiki kehidupan mereka. Anak tersebut bernama Francie Nolan dan mempunyai saudara laki-laki yang selisih dua tahun dari umurnya bernama Neeley. Ayah dan Ibu mereka adalah imigran. Kalau tidak salah keduanya berasal dari Irlandia. Mereka sampai di Amerika dari jaman nenek Francie.

Brooklyn saat itu bukanlah tempat yang bagus. Tempat tinggal mereka di Williamsburg saat itu termasuk pemukiman kumuh dan rawan. Namun di sana Francie berasal dan di sanalah keluarganya berjuang demi masa depan keluarga mereka. Francie menyukai kegiatan membaca dan bertekad membaca semua judul buku di perpustakaan umum kecil di kota itu. Dia pun pandai mengarang dan memilki keinginan untuk kuliah. Meski kedua orang tuanya sudah berusaha keras, namun kedua anak Nolan tersebut masih harus membantu orang tua mereka bekerja. Terlebih setelah ayahnya, Jhonny Nolan meninggal.

Mungkin konflik yang ditawarkan tidaklah terlalu hebat dan dalam. Namun jika kubayangkan aku berada di posisi mereka, itu bukan hidup yang mudah untuk dijalani. Satu kabar baik yang mereka punyai adalah ikatan keluarga yang kuat. Orang tua yang saling menyayangi dan menyayangi anak-anaknya. Keluarga besar seperti nenek dan bibi-bibi yang tidak meninggalkan saudara mereka saat kesusahan melanda. Keluarga mereka tumbuh dan selamat dari berbagai masalah (khususnya masalah financial) bagaikan sebatang pohon di halaman flat atau rumah susun mereka. Pohon tersebut tumbuh menjulang ke langit meski akar-akarnya berada di bawah lapisan semen dan pernah ditebang dan dibakar. Ini kisah klasik yang manis. :)

Singkatnya ini kisah yang sederhana, semacam biografi singkat tentang kehidupan seorang anak dan keluarganya di wilayah kumuh Brooklyn. Mereka menjalani hari demi hari dan tetap bertahan sembari menjaga mimpi-mimpi mereka. Buku ini asyik dibaca saat ingin membuat pikiran rileks atau bagi yang rindu dengan keluarga tercinta. Ada banyak kutipan menarik dan akan kubuat postingannya sendiri (klik di sini). Hanya ada sedikit typo dan terlepas dari itu semua, aku memberi rating better (2 dari 3). Pace-nya memang sedikit lambat, namun ini buku yang hangat dan manis. Seperti menyantap secangkir kopi panas dan sepotong donat di pagi hari yang tenang. Cobalah. :D

Rating: Better

Submitted to:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar