Senin, 25 Januari 2016

My January 2016 Book Wishlist

Yup, tahun yang baru telah datang. Meski saat ini kita telah berada di penghujung Januari, namun semoga harapan serta daftar resolusi yang kita buat di awal tahun saat itu tidak terlupakan.

Aku merasa senang sekali telah bergabung dengan keluarga besar BBI (Blogger Buku Indonesia). Di sini aku menemukan banyak insprasi dan banyak cara untuk mengungkapkan kecintaanku pada buku. Mungkin agak sedikit terlambat untuk membuat Wishlist saat ini. Namun, untuk kali ini, biarlah terlambat daripada tidak sama sekali. Toh, kita masih berjalan di bulan pertama dalam kalender masehi, kan, hehe.

Aku berencana untuk membuat Wishlist setiap 3 bulan sekali. Itu artinya (insha Allah) akan kuposting di bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Aku pikir itu rentang waktu yang baik dan biar tidak terkesan asal comot. Mengenai isinya sudah jelas, berupa daftar buku-buku yang aku inginkan. Rencananya pula, aku akan membuat daftar 5-10 buku per posting-nya. Dan kuusahakan pula untuk bisa mempostingnya dalam rentang awal bulan hingga pertengahan bulan. Namun bila ternyata mentok, aku pakai segala excuse, deh, untuk mempostingnya di akhir bulan. Ya, kira-kira seperti kali inilah, haha.

Adapun buku-buku yang kuinginkan bersifat random. Aku tidak peduli apakah buku-buku tersebut sudah kelewat jadul, atau malah bukan buku-buku yang populer. Aku memilihnya berdasarkan seleraku dan seberapa dalam kesanku terhadap buku tersebut saat membaca sinopsisnya, atau membaca review-nya atau malah hanya dari melihat cover-nya. Lagipula ini proyek pribadi, sih. Rasanya menarik untuk mengerjakan proyek ini sekaligus membantuku mendaftar buku-buku inceran.

Ah, baiklah, sudah terlalu panjang aku bercerita. Saatnya kutampilkan daftar buku inceranku yang masuk ke dalam January Wishlist (2016). Total ada 10 buku yang kumau. Boleh banget, lho, kalau ada yang mau mengirimi aku atau membelikan aku buku-buku berikut ini, haha.


sumber
Sukaa banget menyelam ke dalam dunia Middle Earth rekaan Tolkien. Sudah sekitar 2 tahun aku menunggu buku ini. Awal mulanya saat main ke Pinterest dan disitu ada sketsa Pangeran Gadriel atau … lupa namanya. Intinya dia salah satu Pangeran Elf yang hidup di buku ini. Syukurlah, akhirnya diterbitin juga oleh Gramedia dengan cover berwarna hitam yang unyu. Duh, seperti dream comes true. Can’t wait to read ya, sweety!! :D


sumber
Total ada 4 buku yang tergabung dalam seri ini yaitu Cinder, Scarlet, Cress, dan Winter. Ada satu lagi yaitu Fairest. Hanya saja belum beredar di toko manapun dan Fairest ini pun prequel untuk kisah lainnya. Aku tertarik dengan seri ini karena ada unsur dongeng di dalamnya. Aku sudah menyukai dongeng semenjak aku kecil. Tidak masalah jika dongeng tersebut diutak-atik menjadi dystopian book series seperti ini.


sumber
Yea, PotterHead! Walaupun bukan stubborn PotterHead, lol, namun aku mengikuti kisahnya dari film pertama hingga film terakhir. Sementara untuk bukunya sendiri, aku berhasil membaca hanya sampai seri kelima yaitu Harry Potter and the Orde of the Phoenix. Dan, aku pengen banget bisa membaca buku pendamping seri HarPot ini. Dunia fantasi adalah dunia yang layak untuk dikunjungi. Plus, buku ini akan segera difilmkan. Yaiy!


sumber
Ini sih aku tertarik dengan bukunya sehabis membaca review-nya di blog Hobby Buku. Haha, asli, aku mendapat gambaran jika buku ini kocak. Terkadang aku butuh bacaan yang gemesin, kocak, ringan plus nyeleneh. Iya, kayaknya asik ini buku, haha.


sumber
Aku mau membaca buku ini karena judulnya. Haha, ada personal story, sih, yang berkaitan dengan judulnya. Sewaktu browsing, eh ada pula buku dengan judul yang mirip dengan kata itu “Little Princess”. Aish, maju mundur, syantiiek, syantiiek. Haha, ok skip. Lagipula ini adalah salah satu seri klasik. Aku suka membaca buku klasik dan sepertinya buku ini mendapat penilaian positif dari pembaca. Come on, come to me, come to me! :D


sumber
Haha, ini, sih bisa-bisa aku saja yang ngejadiin ini buku sama wishlist di atas. Tapi sebenarnya aku tidak menyangka jika ada buku dengan judul seperti ini. Jadi pengen banget kalau Little Princess-nya dipasangin dengan Little Prince. Unyu, kan, jadinya? Haha. Namun dari beberapa review yang kubaca, kisah klasik satu ini pun menarik untuk disimak. Ide ceritanya unik dan biasanya kisah klasik memberikan nuansa tersendiri tentang kesederhanaan hidup dan nasihat-nasihat baik dari masa lalu. I love it that way.


sumber
Entahlah, sudah beberapa kali aku membaca judul buku ini saat berselancar di internet. Ketemu dan ketemu lagi sama judulnya membuat aku merasa familiar. Chemistry pun mulai terbangun #halah dan ujung-ujungnya aku jadi penasaran dengan isi ceritanya. Ya, ini merupakan buku klasik. Goodreads pun telah memasukkan judul buku ini kedalam daftar buku terbaik abad ke-20. Haha, sedikit cerita, dulu aku sering mendengarkan lagu Eminem yang berjudul Mockingbird. Ya, barangkali hal itu juga yang ngebuat aku makin familiar. Haha, entahlah.
 

sumber
Haduh, buku romance yang ditulis dengan santai plus disisipi ide yang nyeleneh a.k.a unik memang sulit untuk kulewatkan. Dan aku melihat sepertinya John Green salah satu penulis produktif dan menghasilkan buku-buku seperti itu. Awalnya tahu Paper Town itu dari Instagram. Bukan IG tentang buku melainkan IG Cara Delevingne. Doi didaulat jadi pemeran utama versi film untuk tokoh fiksi di buku ini. Aku mau menonton filmnya dan mau banget untuk ngebaca bukunya.


sumber
Nah, ini dia, satu lagi novel karangan John Green. Masih tetep seputar kisah romance dengan ide-ide nyeleneh namun segar. Ceritanya tentang cowok yang cerdas sejak lahir. Dia hanya mau berkencan dengan cewek yang bernama Katherine. Harus Katherine. Bahkan ejaannya pun harus begitu. Tidak boleh tertinggal satu huruf pun. Suatu kali dia mengalami patah hati yang parah banget setelah jadian dengan Katherine-nya yang ke 19. Hal ini membuat dia ingin menemukan rumus matematika yang bisa meramalkan masa depan sebuah hubungan percintaan. Haha, makin nyeleneh. Nggak sabar pengen ikutan baca buku ini. :D  



Ada 3 buku yang tergabung dalam seri ini yaitu Queen of Babble; Queen of Babble in the Big City; dan Queen of Babble Gets Hitched. Buku ini (seri kedua dengan cover warna biru) seolah menarikku untuk mengkoleksinya sewaktu aku melihatnya tersusun manis di Gramed. Hanya saja, selalu aku abaikan. Dan hiks, sekarang aku malah kepengen buat ngoleksi dan baca seri ini. Desain covernya menarik dan ceritanya pun ringan plus berbau romance gitu. Pokoknya pengen, deh.

Yea, sudah panjang saja aku bercerita di sini. Yup, itulah list buku-buku yang pengen kubaca dan kukoleksi. Ah, adakah kisanak yang dermawan menghadiahi aku buku-buku tersebut? Haha. But, yea, list ini pun membuatku untuk lebih rajin menabung biar bisa buruan beli bukunya. ya, aku yakin, kalau jodoh pasti bertemu, insha Allah. Haha, baiklah, aku akhiri postingan wishlist pertama untuk tahun ini. Aku selalu bingung bagaimana menutup postingan, hehe. However, bagaimana dengan Wishlist kamu? Mudah-mudah semua bisa segera diwujudkan. Aamiin. :):):)

4 komentar:

  1. Ada 1 lagi buku yg masuk seri The Lunar Chronicles: Star Above. Baru release thn ini 😉

    Dan yup! The Lunar Chronicles series jg masuk wishlistku.

    Semoga semua wishlist-nya jd kenyataan ya. 😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh..baru ngeh kalo ada lebih dari 5 buku. Haha, belum satu pun dr TLC yg sdh kubaca sdh ad yg mau terbit lagi. BTW, nice info kak Kitty. Dan ya mdh2an trwujud, aamiin. Trimakasih sdh mampir kemari. :D

      Hapus
  2. Aku baru baca Paper Towns aja, tapi kalau berhasil ketemu An Abundance of Katherine by John Green aku bakal senang bgt. Itu wishlist ku juga 😀

    BalasHapus