Rabu, 07 Juni 2017

Poirot Investigates by Agatha Christie – Kisah sebelas perkara yang telah ditangani Poirot

“Mau apa lagi? Kalau kita memang lain dari yang lain, kita tentu menyadarinya! Dan orang lain pun melihat hal itu—…” – Hercule Poirot


Judul asli: Poirot Investigates
Judul terjemahan: Poirot Melacak
Series: Hercule Poirot (a Collection of Stories)
Pengarang: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan keenam - Januari, 2014
Tebal buku: 288 halaman
Format: Paperback
Genre: Mystery
ISBN: 978-979-22-3247-9

Ini merupakan salah satu dari lima buku yang masuk ke dalam tbr bulan Juni. Selain Poirot Investigates, buku Agatha lainnya yang masuk adalah Misteri Karibia. Dan selain dalam rangka membabat timbunan, aku juga berencana menyelesaikan tunggakan untuk kategori Lima Buku dari Penulis yang sama pada Readand Review Challenge 2017 yang diselenggarakan oleh BBI.

Poirot Investigates tidak terdiri dari satu kisah/kasus yang utuh. Buku ini merupakan kumpulan kasus-kasus (a Collection of Stories) yang berhasil diselesaikan oleh Poirot. Total ada sebelas kasus di dalamnya yang menjadikan buku ini lumayan padat, menurutku. Dan sebenarnya aku cukup sengaja memasukkan seri ini untuk membuatnya seimbang dengan Miss Marple’s Final Cases yang sudah kubaca dan kureview di awal tahun lalu. Seimbang karena sama-sama berisi kumpulan kasus yang ditangani oleh dua pentolan detektif rekaan Agatha Christie tersebut, hahaha, #apasih.

[Book Recap] and [Book Haul] May 2017

Biasanya aku mengikuti mood dalam memilih judul buku bacaan. Namun, di awal bulan ini, aku memutuskan untuk mencoba membuat daftar buku-buku yang kubaca. Total ada 6 buku yang kuharapkan bisa kuselesaikan. Dan horee…setidaknya aku bisa menyelesaikan 5 dari total 6 buku tersebut. Pun aku bisa mengejar membuat review-nya sehingga tidak ada tunggakan review kepada diri sendiri #halah.

Instagram @rizkimadfia_bukulova

Dan seperti judulnya, postingan ini tidak hanya tentang rekapan buku melainkan juga tentang buku yang baru kudapat di bulan ini. Hehe, lagi-lagi aku dapat hadiah dari Ez. Ceritanya dia lagi keluar kota dan membawa Neverwhere karya Neil Gaiman. Terimakasih my darl Ez. Total ada empat buku Neil Gaiman yang kupunya. Mudah-mudahan bisa nambah koleksi lagi. Oke, tanpa perlu berlama-lama lagi berikut pembahasanya #halah. :D

Rabu, 31 Mei 2017

Mary Poppins Comes Back by P. L. Travers – Perjumpaan kedua dengan Mary Poppins dan keajaiban yang mengikutinya

Mungkin kita tidak akan pernah lebih tahu daripada ini—memikirkan sesuatu adalah mewujudkannya.- Matahari



Judul: Mary Poppins Comes Back
Pengarang: P. L. Travers
Penerbit: Qanita
Terbit: Cetakan pertama - Januari, 2015
Tebal buku: 336 halaman
Format: Paperback
Genre: Fantasy
ISBN: 978-602-9225-59-4

Ini merupakan seri kedua dari Mary Poppins. Dan aku merasa senang sekali ketika pertama kali menemukannya. Selain karena kavernya yang jauh lebih asyik daripada seri pertamanya yang kupunya itu, aku juga merasa senang bisa melanjutkan membaca seri ini secara berurutan. Tidak terpikir sebelumnya jika ada Mary Poppins lainnya yang telah diterjemahkan. Senang sekali kembali mengenal sosok pengasuh yang tegas, angkuh, narsis dan sedikit pemarah tersebut.

Awalnya memang merasa cukup aneh dengan karakternya. Mengapa dia bersikap begitu aneh dengan anak-anak? Dia membuat jarak dengan mereka meski tugasnya adalah mengasuh. Namun rasanya akan seru jika bisa berkenalan dengan Mary Poppins karena jika dia datang maka sekitar kita akan dipenuhi keajaiban yang ganjil dan juga tentunya petualangan yang benar-benar diluar nalar dan dugaan.

Jane dan Michael saling bertukar pandang. Mereka tahu, tidak ada gunanya bertanya karena Mary Poppins tidak pernah menjelaskan sesuatu pun. (hal. 38)

The Conch Bearer by Chitra Banerjee Divakaruni – Kisah pembawa keong ajaib dari India

“Menangis tidak jelek. Membersihkan hati, membuat ruang di dalamnya untuk pertumbuhan.” - Abhaydatta


Judul asli: The Conch Bearer
Judul terjemahan: Keong Ajaib
Pengarang: Chitra Banerjee Divakaruni
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan pertama - Februari, 2004
Tebal buku: 272 halaman
Format: Paperback
Genre: Adventure, Mystery, Fantasy
ISBN: 979-22-0745-7

Jika membaca nama pengarang buku ini, mungkin sebagian besar bisa menebak jika buku ini ditulis oleh seseorang dari India, setidaknya Asia. Nama tengah dan belakangnya kental sekali dengan unsur yang demikian. Belakangan aku mengecek internet untuk memastikannya, dan hasilnya memang positif. Ketika membeli aku hanya menebak dan memang namanya membuatku tertarik untuk membawa buku ini karena aku belum pernah menikmati buku karangan penulis dari negeri Taj Mahal tersebut. Selain itu, aku juga menyukai kavernya yang simple dan ringkasan kisahnya mengenai Anand yang berusia dua belas tahun itu membuatku berpikir The Conch Bearer tidak masalah dibaca oleh anak-anak..

Judul, kaver, dan blurb buku ini mengarahkan kita ke keong sebagai inti masalahnya atau pusat cerita. Keong? Mau tak mau aku pikiranku tertarik ke salah satu dongeng dari negeri kita tercinta, Indonesia, yaitu dongeng Keong Emas. Sepertinya pada beberapa kawasan, terlebih yang pernah mempunyai hubungan sejarah, telah berbagi kebudayaan atau suatu sistem yang khas. Misalnya, adanya kemiripan bangunan candi hindu di Indonesia dan India. Ada pula beberapa tradisi ritual perkawinan yang mirip (hasil nonton beberapa serial Bollywood bareng Emak, hehe). Lalu keong? Keong menjadi hewan ajaib di salah satu dongeng di negeri ini. Pun dengan keong di dalam kisah ini. Entah mengapa aku jadi menghubungkan hal-hal di atas seperti itu.