Jumat, 15 Desember 2017

Dongeng Charles Dickens – Potret kehidupan sosial dalam balutan fiksi klasik

Sungguh mengerikan bahwa anak-anak seperti Jo harus menderita dan kelaparan. Betapa menyedihkan ketika orang kaya jadi terlalu kaya dan orang miskin menjadi sangat menderita. – Bleak House


Judul asli: Illustrated Stories from Dickens
Judul terjemahan: Dongeng Charles Dickens
Seri: Dongeng Sepanjang Masa
Pengarang: Charles Dickens
Diceritakan kembali: Mary Sebag-Montefiore
Ilustrasi: Barry Ablet
Penerjemah: Dono Sunardi
Redesain: Helen Lie
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Terbit: Cetakan pertama, 2012
Tebal buku:  352 halaman
Format: Hardcover
Genre: Classic
ISBN: 9786022490258

Diantara beberapa seri Dongeng Sepanjang Masa yang terpajang di etalase saat itu, aku menyukai dua diantaranya. Satu cerita dari Dickens dan satunya yang kusuka adalah dongeng dari Grim bersaudara. Sayangnya saat itu aku hanya bisa membeli satu. Dan aku memilih Dickens. Sekilas dari blurbnya, buku ini berisi lima cerita terbaik karya Dickens. Salah satunya Oliver Twist. Dan si Oliver inilah yang membuatku membawa pulang buku ini.

Ada apa dengan Oliver? Diantara daftar buku yang telah kubaca namun tidak dapat kuselesaikan, novel Oliver Twist terbitan Bentang salah satunya. Bukan karena terjemahannya atau karena terlalu tebal. Aku tidak bisa menamatkannya karena kisahnya terlalu menyedihkan. Aku melihat cerita Dickens di Dongeng Charles Dickens ini lebih singkat dan dilengkapi ilustrasi. Aku berasumsi cerita-cerita tersebut lebih ringan untuk dinikmati. Jadi, aku kembali merasa optimis melalui buku ini aku bisa menamatkan kisah Oliver sekaligus membaca kisah-kisah Dickens lainnya.

Maybe Not by Colleen Hoover – Tentang Warren dan Bridgette

Kurasa kau sedang menginjak-injak hatiku, Bridgette.


Judul asli: Maybe Not
Judul terjemahan: Mungkin Tidak
Pengarang: Colleen Hoover
Penerjemah: Shandy Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan pertama, 2016
Tebal buku:  192 halaman
Format: Paperback
Genre: Contemporary Romance
ISBN: 9786020326429

Merujuk kepada KBBI, novella adalah kisah rekaan atau prosa yang lebih panjang dan kompleks daripada cerpen (cerita pendek) namun tidak lebih panjang daripada novel. Biasanya menyangkut satu peristiwa atau keadaan tertentu. Lebih jauh, menurut SFWA jumlah katanya sekitar 17.500 - 40.000 kata. Dan Maybe Not ini adalah novella dari Maybe Someday. Bisa dikatakan sebagai buku pelengkap dari roman kontemporer karangan Colleen Hoover (CoHo).

Maybe Not tidak berfokus pada kisah cinta antara Ridge dan Sydney. Buku ini lebih mengenai Warren dan Bridgette. Siapa Bridgette? Bagaimana masa lalunya? Bagaimana Bridgette bisa menjadi penghuni apartemen tersebut? Mengapa Warren kecanduan menonton film biru? Ya, sebagian besar bercerita seperti apa sebenarnya hubungan kedua orang tersebut dibalik sapaan manis Warren setiap pagi yang selalu dibalas dengan ketus oleh Bridgette. Ada beberapa adegan penting di Maybe Someday yang kembali di ulang di Maybe Not. Tidak banyak, tetapi ada. Kebetulan aku membaca berurutan atau memulai dari novelnya dulu. Jadi lebih mudah menikmati novellanya sekaligus melihat adegan tersebut dari sudut pandang yang berbeda.

Rabu, 13 Desember 2017

Maybe Someday by Colleen Hoover – Musik dan pilihan hati

For her I bend, for you I break


Judul asli: Maybe Someday
Judul terjemahan: Mungkin Nanti
Pengarang: Colleen Hoover
Penerjemah: Shandy Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan pertama, 2015
Tebal buku:  440 halaman
Format: Paperback
Genre: Contemporary Romance
ISBN: 9786020323435

Contemporary Romance. Siapa yang terlintas di kepala saat mendengar kata tersebut? Jika aku, maka akan teringat dengan Cecelia Ahern dan Colleen Hoover (CoHo). Itupun nama yang kusebutkan terakhir baru di akhir tahun inilah aku membaca dua novelnya. Awal tahun aku membeli Slammed dan buku tersebut masih terbungkus segelnya. Sempat melihat di Kubikel Romance tentang Maybe Someday membuatku tergelitik untuk ikutan baca dan beli. Syukurnya, buku tersebut sedang dalam diskon. Jadi, mengapa tidak?

Sydney mengagumi permainan gitar Ridge dan cara dia bermain ketika bersantai di balkonnya. Kedua apartemen mereka berseberangan. Sydney yang mempunyai ketertarikan dengan musik, tanpa sadar ikut bernyanyi, menciptakan lirik untuk musik yang dilantunkan oleh Ridge. Dua minggu setelah mereka bertukar nomor telepon, tepat di hari ulang tahunnya, hati Sydney hancur mengetahui kekasihnya, Hunter berselingkuh dengan teman seapartemennya yaitu Tori.

Minggu, 10 Desember 2017

The Physick Book of Deliverance Dane by Katherine Howe – Fiksi sejarah tentang pengadilan penyihir di kota Salem

 

Judul asli: The Physick Book of Deliverance Dane
Judul terjemahan: Buku Ramuan Deliverance Dane
Pengarang: Katherine Howe
Penerjemah: Dina Begum
Penerbit: Violet Books
Terbit: Cetakan pertama, 2011
Tebal buku: 416 halaman
Format: Paperback
Genre: Historical Fiction
ISBN: 978-979-081-631-2

“Kau bisa memiliki seluruh kehidupan ini, dengan semua pendapatmu, cintamu, ketakutanmu. Namun, akhirnya bagian dirimu yang itu lenyap. Kemudian orang-orang yang masih mengenang bagian tersebut dari dirimu pun juga akan menghilang. Dan, yang tertinggal darimu hanyalah sebuah nama di dalam buku catatan.” – Samuel Hartley

Setahun yang lalu aku mulai membaca The Physick Book of Deliverance Dane (TPBoDD) atau yang diterjemahkan menjadi Buku Ramuan Deliverance Dane. Saat itu mungkin menjelang akhir tahun juga. Aku tidak bisa menamatkan buku ini, entah karena tergiur membaca buku lain atau karena ada kesibukan yang tidak dapat ditunda. Cerita di buku ini juga semakin terasa berat dan membingungkanku saat itu. Namun ketika membaca ulang, malah jadi lebih mudah dicerna.

Sejarah kota Salem (Desa Salem, sebutan pada masa itu) terutama yang terkait dengan pengadilan penyihirnya menjadi inti dari kisah di buku ini. Ya, TPBoDD mengusung genre historical fiction/fiksi sejarah. Ada dua plot yang dituliskan bergantian. Satu di masa lalu dan satunya di masa depan. Hal ini membuatku teringat dengan The Rosetti Letter. Selain mengusung genre yang sama, model penceritaannya juga begitu. Apakah rata-rata hisfic menggunakan model seperti itu? Pengalaman membaca hisfic-ku masih minim.

Selasa, 05 Desember 2017

2 Menantu by V. Lestari – Campuran drama dan misteri

 Tidak ada orang yang berhak atau mampu mengubah jalan hidup orang lain sesuai kemauannya.


Judul: 2 Menantu
Pengarang: V. Lestari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan pertama, 2011
Tebal buku: 560 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-979-22-9855-0

Aku tidak punya ekspektasi apa-apa terhadap buku ini. Alasan membawa 2 Menantu ke kasir karena aku suka kavernya (sepertinya aku memang cover buying type) dan alasan lainnya karena ini novel lokal yang sering kulihat nama pengarangnya di beberapa bagian toko saat itu. Aku tidak mengecek Goodreads atau apapun. Bahkan aku tidak masalah jika kisahnya berbau seperti sinetron. Dan ternyata disitulah kejutannya. Saat membacanya hingga menyelesaikan novel ini, aku langsung menyukainya. Terkadang memang tidak ada salahnya untuk tidak berharap atau memasang harapan yang terlalu tinggi.

2 Menantu berkisah tentang dua orang pria tampan yang merupakan menantu dari sebuah keluarga kaya raya. Mereka menikahi putri keluarga tersebut yang wajahnya biasa saja (maaf, bisa dikatakan jelek). Mereka melakukannya karena mengincar harta. Kedua menantu ini sangat jahat hingga melakukan perbuatan yang kelewat batas. Intinya mereka bagai serigala berbulu domba. Setidaknya itulah kisah yang tertulis di blurbnya.