Kamis, 16 November 2017

Persembahan teruntuk Bapak by Adi Zamzam – Perjuangan menggapai cita-cita

Semua orang, sekarang atau nanti, akan menemukan jalannya sendiri-sendiri.


Judul: Persembahan teruntuk Bapak
Pengarang: Adi Zamzam
Penerbit: Diva Press
Terbit: Cetakan pertama - September, 2017
Tebal buku: 184 halaman
Format: Paperback
ISBN: 978-602-391-435-7

Kutipan di atas kuambil dari sampul Persembahan teruntuk Bapak. Tulisan kecil di sudut kanan bawah. Ya, jalan hidup. Bisa dikatakan itulah isi sebagian besar kisah di novel ini. Mengangkat tokoh utama bernama Arya Sena beserta problematika tentang hidupnya dan keluarganya. Tentang lelaki yang kehilangan kebanggaan, tentang perempuan yang pasrah dan yang memberontak. Pun tentunya tentang proses menjadi dalam hidup dua sahabat yang harus dilalui, harus dihadapi.

Kisah bermula dari obrolan antara Arya dan seseorang sebelum dia mementaskan pegelaran wayang kulit di sebuah tempat. Melalui sesi obrolan itu, perlahan pembaca kemudian dibawa pada kilas balik, kehidupan si tokoh utama. Dan aku baru ngeh jika antara ending di novel ini dan kisah pembuka di bagian awal buku saling terkait. Kalau mau diibaratkan, keseluruhan kisahnya seperti membentuk lingkaran. Setelah membaca endingnya, silakan baca bagian awal buku. Saling menyambung. Aku baru menyadari itu ketika menulis review ini, hehe.

Sabtu, 04 November 2017

The Giving Tree by Shel Silverstein – Kisah pohon apel dan seorang anak lelaki

Dan pohon pun bahagia.


Judul: The Giving Tree
Pengarang: Shel Silverstein
Penerbit: Atria
Penerjemah: Sri Noor Verawaty
Penyunting: Rindias H. F.
Pewajah sampul dan isi: Nurhasanah Ridwan
Terbit: Cetakan I - Oktober, 2014
Tebal buku: 53 halaman
Format: Hardcover
ISBN: 978-602-14402-8-5

Buku ini pernah wara-wiri di feed Instagramku sekitar pertengahan tahun lalu (kalau tidak salah). Warna kavernya yang hijau dan ilustrasi apel merah membuat buku ini sulit dilupakan atau bias dengan buku lainnya. Belum lagi harganya lebih murah dengan tawaran hard cover. Saat itu aku sudah mau mencoba membelinya via online namun belum kesampaian. Hingga kulihat lagi promonya di akun olshop Aruna Omah Buku, sekalian aku juga lagi belanja di sana. The Giving Tree pun tiba di rumahku dengan selamat.

Buku ini bisa dihabiskan dengan sekali duduk. Tebalnya hanya sekitar 53 halaman dan itupun tidak penuh berisi kalimat. Ada banyak ilustrasi dan kebanyakan satu halaman untuk ilustrasi dan satu halaman lainnya untuk satu kalimat. Meski demikian, ada jejak rasa yang berbeda sewaktu telah menamatkannya #eaaa #apasihinibahasanya #haha. Maksudku, ada rasa sesak, sedikit sedih, haru, dan juga bertanya-tanya.

Selasa, 31 Oktober 2017

[Book Haul] October 2017

Senang sekali, postingan ini bisa terbit tepat waktu atau sesuai dengan waktu yang aku inginkan. Dan tentunya senang sekali, bulan Oktober ini masih diberikan kesempatan mengoleksi buku-buku baru. Empat diantaranya kubeli dengan memanfaatkan promo di salah satu toko buku. Sementara dua lainnya adalah hadiah #horee. Terimakasih, ya. Oke, tak perlu berlama-lama lagi, berikut buku-buku yang kubicarakan tadi. :D

Instagram @rizkiwlndr_bukulova
 
#25 The Girl You Left Behind by Jojo Moyes
Buku ini sudah masuk inceranku sejak melihat daftar buku promo Gramedia yang dimulai bulan ini. Kavernya sendiri unyu sekali. Paduan warnanya asik dan ini buku juga gendut emesh. Hadeh, intinya aku suka melihat tampilan luarnya. Jojo Moyes sendiri terkenal akan kayanya yang berjudul Me Before You (sudah difilmkan). Namun aku sepertinya akan mulai dengan karyanya yang ini. Sempat mengintip blog Kubikel Romance mba Sulis, The Girl You left Behind merupakan urutan pertama buku favorit pada tahun 2016 lalu.

Minggu, 29 Oktober 2017

The Monstrumologist by Rick Yance – Kisah yang kelam dan ironis

“Berbohong adalah jenis lawakan paling buruk.” – Dr. Pellinore Warthrop


Judul asli: The Monstrumologist
Judul terjemahan: Sang Ahli Monster
Seri: The Monstrumologist
Pengarang: Rick Yance
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Cetakan Pertama, September 2016
Tebal buku: 496 halaman
Format: Paperback
Genre: Fantasy, Thriller, Young-Adult
ISBN: 978-602-03-3174-4

Awal mulanya, buku ini pernah masuk ke dalam wishlist-ku. Salah satu alasannya karena iseng yaitu karena ada kata yang berbau: monster. Sepertinya ada banyak atau beberapa buku yang mengandung kata tersebut yang terbit di 2016 lalu. Sebelumnya ada A Monster Calls dan ada pula The Boy Who Drew Monster. Salah satu kesamaan di antara mereka adalah kata tersebut dan nuansa hitam pada kavernya. Jadilah niatan tersebut muncul. Aku ingin mengumpulkan buku-buku tersebut dan membuat mereka bersaudara, haha. Alhamdulillah, dua diantaranya sudah kupunyai. Pun keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu hasil mengikuti YARC tahun lalu. Terimakasih kak Faraziyya. :)

Bicara tentang kaver ketiga buku yang kusebutkan di atas yang bernuansa gelap, The Monstrumologist sedikit menghiasinya dengan darah. Aku telah membaca dan mereview A Monster Calls. Aku beranggapan jika The Monstrumologist mungkin tidak jauh beda. Ada anak kecil berusia 12 tahun di sana. Hiasan darah pada kavernya mungkin masih dalam kadar yang ringan saja. Dan begitulah, aku cukup terkejut. Kisah The Monstrumologist sekelam malam dan sepilu hiasan darah merah segar tersebut.

[Book Haul] September 2017

Sama seperti bulan kemarin, bulan ini aku tidak menggabungkan postingan Book Haul dan Book Recap. Di bulan kemarin tidak ada buku yang berhasil dibaca/ditamatkan. Nah, di bulan ini Alhamdulillah ada lumayan banyak buku yang kudapatkan. Sebagian karena menang GA dan sebagiannya lagi karena tergiur beli online.
 
Jadi, bulan September lalu, di blog Threez’s Stacks mengadakan beres-beres lemari buku. Ada program 2017 Fox’s LibraryWeeding Programme dan aku berinisiatif untuk ikut. Buku-buku yang dibagikan tentunya kolpri namun masih dalam kondisi yang oke. Ada beberapa paket yang ditawarkan dan saat itu kita bisa memilih dua diantaranya. Alhasil, aku mendapatkan paket fantasi. Paket ini berisi empat buku bertemakan fantasi yang lumayan tebal. Terimakasih mba Indah untuk paketnya.

Lanjut cerita, selain melalui GA, aku juga membeli beberapa buku baru via online. Buku anak-anak. Haha, entah mengapa tahun ini aku cenderung membaca buku yang aman untuk anak. Nah, aku melihat paket buku seri Si Badung (The Naughtiest Girl) karangan Enid Blyton. Total ada empat buku yang sudah diterjemahkan oleh Gramedia. Kebetulan aku sudah punya salah satunya yaitu seri ke-2 dengan judul Sekali Lagi si Badung. Ternyata Aruna Omah Buku (toko online tersebut) membolehkan untuk beli terpisah. Kapan lagi, kupikir bisa melengkapinya kalau bukan sekarang. Aku juga suka dengan serial ini. So, ya, begitulah. Nah, sewaktu mau rekapan, eh tergiur satu buku lagi, haha. Baiklah, berikut daftar buku yang kudapatkan bulan lalu.